Tampilkan postingan dengan label cita-cita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cita-cita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Mei 2012

Galau Jurusan

Gue yakin siswa-siswi kelas 3 SMA se-Indonesia pasti beberapa ada yang mengalami hal yang sama kayak gue: Galau Jurusan. Akar masalah kita bersama ini adalah sistem pendidikan Indonesia yang belom berbasis based on vocation, tapi lebih kayak (1) masuk2in pengetahuan dan ketrampilan sebanyak-banyaknya, (2) dapet jelek ujian ya bodo, (3) yang penting lulus. Busuk.

Tapi ya udah lah. Yang penting sekarang sambil menunggu kelulusan (amin lulus), diz udah membuat planning supaya pendidikan tingkat lanjut diz gak malah jadi kesalahan, tapi bener2 jadi sarana diz buat memasuki dunia kerja nantinya. Here they are:

Step 1: Lulus SMA

Step 2: Kuliah
- Option 1: SNMPTN Undangan
Di sini diz daftar di UI dan Undip. Pilihan pertama Komunikasi, pilihan kedua Sastra Inggris. Ada temen diz yang nanya, "gak sayang IPA lo, Ti?" Gue jawab, NGGAK. Cukup sudah 3 tahun gue berkutat sama Fisika. Gue gak ada masalah sama pelajaran lainnya, suka semua malah, kecuali "F" satu itu.
- Option 2: STIKS Tarakanita
Dulu terkenal dengan nama AKSEK Tarakanita. Sekretaris, ya. Mereka udah lama banget, punya koneksi sama banyak perusahaan, jadinya lulusannya cepet kerja. Ada praktek kerjanya juga buat mahasiswi yang udah semester 5. Mereka baru buka Sekolah Tinggi Komunikasi, jadi abis lulus D3, alumninya bisa langsung kuliah Komunikasi sambil kerja. Menurut diz, sistem ini lumayan keren. Tapi emang sih, Komunikasinya gak se-tenar dan se-terpercaya UI atau Undip.

Segala pertimbangan itu karena pertama-tama diz inget2 lagi cita2 diz. Cita2 yang udh dari SMP adalah tampil di depan kamera buat menyampaikan berita, penyiar berita. Impian yang paling banyak masuk dalam lamunan diz adalah suatu saat, di depan kamera diz ngomong: "Selamat siang pemirsa, saya Stephanie Putri Diasti akan memandu anda selama 30 menit ke depan dalam berita-berita teraktual, tajam dan terpercaya dalam Liputan 6 Siang edisi Senin, 3 Mei 2016. Berita utama kami adalah..." I'm dying for this dream.

Sekarang diz akuin diz juga gak ada masalah sama kerja di depan komputer selama berjam-jam. Diz suka ngetik, suka bikin artikel, suka juga main-main sama Corel Draw buat desain kaos. Ngarang cerita kadang2. Jadi kalo plan A (jadi penyiar) gagal (plis, Tuhan, jangan gagal), diz bisa bikin plan B, plan C, plan D, dll., dan gak ada masalah besar.

Selain itu, diz juga baca di KOMPAS ekstra yg terbit Senin, 30 April kemaren kalo pendidikan vokasi (diploma) sekarang banyak diincar karena banyak dibutuhkan. Makanya diz daftar (dan udah lolos tes) di STIKS Tarki, D3 Sekretaris, selain daftar PTN lewat SNMPTN Undangan.

Jadi....
Plan A: Kalo keterima di PTN jurusan Komunikasi lewat SNMPTN Undangan.
-Kuliah
-Magang, di mana kek, MokTV juga gapapa dah. (senggol kak Go King)
-Jadi penyiar. Aminnnnnnn....

Plan B: Gak keterima di PTN (jangaaaaaannnnn! T_T)
-Kuliah di STIKS
-Ngelamar kerja di perusahaan televisi.
-Kerja + kuliah lagi di Komunikasinya Tarki (atau kalo duitnya cukup, ngejar S1 bisa di PTN...).
-Mungkin diangkat jadi PR setelah lulus Komunikasinya...
-Ngajuin diri di bidang news, boleh gak ya?

Plan C: Buka warnet sama distro kaos di Bandung. (mulai ngasal)

Well, itu semua cuma rencana, gak tau deh kondisi mana yang bakal saya hadapi. Semoga yang plan A.... Soalnya diz udah desperate duluan sama SNMPTN Ujian Tulis. Dua kali try out gagal semua. Lagian, batas daftar ulang Tarki sama pengumuman SNMPTN Undangan sama2 jatuh di tanggal yang sama: 28 Mei. Kemungkinan besar diz gak ikut SNMPTN Ujian Tulis...

May God arrange the best for my life. Amen.

V,
dia...Z


Sabtu, 03 Maret 2012

Menikah Secara Katolik

Aku tadi ngerjain essay agama tentang Pernikahan Katolik. Ada satu pertanyaan: "Menurutmu, apa yang paling penting dalam pernikahan?"

Aku jawab: "Yang pentiong dalam pernikahan adalah ketika masing-masing pihak sudah dewasa, mantap dalam memilih. Saya memilih dia, dan dia juga memilih saya, secara sadar dan teguh hati, tahu resiko, tapi juga mensyukuri apa adanya kami berdua. Siap menerima konsekuensi dan segala kondisi yang ada. Karena, Pernikahan Katolik itu serius sekali; meliputi sifat-sifat: (1) Kudus, yaitu tanda kehadiran cinta kasih Tuhan dalam cinta antar manusia; (2) Monogami, hanya 1 istri dan 1 suami; dan (3) Kekal, hanya Maut yang boleh memisahkan."

Terus aku mikir... Kalau kayak gitu, berarti aku belum siap nikah. (ya eya lah...) :p

Kalo kayak gitu, berarti aku juga bisa nggak memilih untuk hatiku dulu. Menunggu, sampai hadirnya orang yang tepat, bukan Mantan no. 1, atau si Mantan no. 2, atau si Mantan Gebetan no. 1.

The Right Person.

Who is gifted from God just for me. (Thanks a lot, God...)

Who is getting ready because he will receive me from God too. :)

So I am getting ready too, now. :D

Siapa yaa...???

Kalo gue sih berharapnya ntar ketemu dia di UI, jebolan Johanes de Britto, atau Canisius College, atau PL Jakarta.... (Ngarep banget!!! ^_^" Tapi emang sekolah-sekolah yang gue sebutin anaknya manteb semua lhoo... ;p) Yang ganteng, baek, kacamata, suka baca, pinter, Katolik, lebih tua, gaya hidupnya seimbang dan setara sama guehhh... ;P ;P (Ngarep aja terooosss!!)

Tapi biasanya malah dapet cowok yang urakan, sporty, bandel, dan labil kayak Mantan no. 1. ( -__-)"

JDERRR!!!

*dapet inspirasi dari Yang di Atas*

"Carilah, maka kamu akan mendapat."

Oke, Yesus, saya mencari.

V,
dia...Z

Kamis, 09 Februari 2012

Selamat Hari Pers Nasional! :D


Untuk hari yang istimewa ini, diz mau nginget-inget lagi kenapa sih diz jadi punya cita-cita buat jadi jurnalis sekarang ini. :)

Sebetulnya kalo di-inget-inget lagi, yang bikin diz jadi pengen buat masuk dunia jurnalistik, terutama di pertelevisian adalah sewaktu baca komik yang judulnya "News Girl". Diz udah lupa komikusnya siapa, pokoknya diz baca komik itu waktu SMP. Ceritanya tentang perjuangan seorang gadis Jepang yang mengikuti audisi penyiar berita televisi. Dari sini lah diz kepengen buat jadi presenter.

Waktu SMA sekarang ini, diz jadi makin pengen jadi presenter setelah menjadi announcer di Vlodz dan mengalami sendiri OPP (baca postingan sebelumnya). Tapi kalo di-inget-inget lagi, jelas yang ngenalin dunia jurnalistik pertama kali adalah ayahanda diz tercinta yang merupakan seorang wartawan Majalah Katolik "HIDUP". Meskipun media yang dikenalkan pada diz adalah media cetak, tapi diz lebih tertarik buat menjajaki media digital. ;q

Setelah di-inget-inget, ternyata simpel banget yang ngebikin diz pengen jadi presenter, yaitu hal-hal yang ada di sekitar diz sendiri. Mungkin orang gak bakal heran kalo diz mau jadi jurnalis. Orang paling mikir, yah, namanya juga anak, ngikut orangtuanya lah ya... :3

Well, pokoknya apapun cita-cita kalian semoga benar-benar tercapai semua dan itu berasal dari hati kalian ya...

Buat yang punya cita-cita jadi jurnalis kayak diz, keep writing!!! Berjuang bersama ya! :D

V,
dia...Z

Selasa, 17 Januari 2012

God, I beg You to give me some spirit.

Gue ke dizftrq buat sedikit melepas stress... T_T

Gue amat sangat sebel sama spirit gue yang naik turun mulu ini. Padahal tahun ini banyak yang harus gue kerjain. UN & SNMPTN yang bikin gue, hadeeeeehhhhh, mikirnya aja udah berat. -_-

Resiko emang, gue milih masuk SMA ya emang harus ngadepin UN. Gue mau masuk UI, ya harus ikut SNMPTN. Tapi kalo rasa males udah mendera, huwaaaa, dimana lagi gue pegangan kalo bukan Tuhan?

Gue kangen saudara-saudara-seiman-beda-panggilan gue yang di sekolah lain. Kalo gue curhat ke mereka emang responnya bukannya bikin gue berterimakasih tapi malah nampol dan nonjok mereka sih, tapi mereka bisa bikin gue ketawa dan ngasih gue rasa sayang, rasa aman, wawasan baru dan semangat.

Tapi kalo mereka ninggalin gue lagi sementara gue di sini, apa gak bikin gue sedih dan down lagi?

Terus apa dong ya yang bisa bikin gue semangat ngadepin perulangan materi yang bikin suntuk ini?

Tidur yang lama dan panjang kali yaa...

Dan berdoa, berdoa, dan berdoa lagi.

Ya Tuhan... Semoga saya bisa dapet semangat belajar yang tinggi, juga badan yang sehat, supaya bisa lulus UN, dan masuk UI...
Semoga orangtua dan adik saya juga selalu sehat, dan Engkau membuka jalan rezeki yang lancar bagi keluarga kami....

Amin, amin, amin.

V,
dia...Z

Selasa, 12 Juli 2011

Laporan OPP



Ini adalah laporan pertanggungjawaban OPP yang diz lakukan bulan Juni lalu. (yang gak mudeng baca postingan sebelumnya) Enjoy the reading! :"]

Laporan Orientasi Panggilan Profesi

OPP Solo: Penyiar Berita Televisi (TATV)
5-11 Juni 2011

Oleh: Stephanie Putri Diasti / XII A2

Laporan Catatan Harian

Hari Pertama: 5 Juni 2011

Hari itu akhirnya kami sampai di kota Solo. Kami sampai di Solo sekitar jam 10.00 pagi. Kami langsung disambut di kampus SMP PL Bintang Laut Surakarta oleh para orangtua murid, baik yang sudah alumni, maupun yang masih bersekolah di SMA PL Van Lith. Kami pun diberi briefing oleh para orangtua murid, bagaimana kami “bertahan hidup” di kota Solo. Banyak wejangan yang mereka berikan, yang berguna bagi kami, baik selama OPP maupun di kehidupan kami kelak.
Setelah itu kami diantar oleh orangtua murid ke rumah orangtua asuh kami masing-masing. Saya bersama Dipna segera diantar ke daerah Mojosongo. Kami berdua ternyata satu rumah, dan Ganang yang juga OPP di TATV tinggal di rumah orangtua murid. Kami tinggal di rumah Pak Sutarso. Beliau bukan orangtua murid, namun rumah beliau sering ditempati oleh anak-anak Van Lith yang OPP di Solo.
Hari itu kami hanya berdinamika dengan orang-orang rumah saja. Besoknya, hari Senin (6/6) baru lah kami ke TATV untuk mulai belajar. Kami mengetahui bahwa Bapak dan Ibu Sutarso mempunyai tiga orang anak. Mbak Ella, sudah menikah, sekarang mengajar di Semarang. Mas Akuh juga sudah kerja di Semarang, dan yang terakhir Mbak Magda, sudah menikah dan bekerja di Solo.
Keluarga Pak Sutarso sangat hangat dan menyenangkan. Mereka adalah orang-orang Katolik yang taat. Terlihat saat makan bersama, pasti mengawali dan mengakhiri dengan doa. Bahkan kami diajak untuk ikut memimpin doa, juga ikut doa bersama di lingkungan. Tentu kami ikut ajakan mereka. Tiap pulang dari TATV, kami segera mandi dan ikut kegiatan di lingkungan.

Hari Kedua: 6 Juni 2011

Hari ini kami mulai berangkat ke TATV. Kami mendapat instruksi untuk datang ke TATV jam 8 pagi. Maka kami sudah siap di TATV jam 8. Begitu datang ternyata kami diminta untuk menunggu. Pertama-tama kami ditemui oleh manajer dari TATV. Ternyata kami ditawari untuk mengikuti audisi Presenter di Solo Square, pada hari Sabtu (9/6). Karena hanya saya yang berniat untuk menjadi Presenter, maka saya yang akhirnya menyanggupi tawaran tersebut.
Beberapa selang waktu kemudian, kami bertemu dengan Manager HRD TATV. Kami dijelaskan kalau nanti kami akan dibimbing oleh salah satu produser bagian News. Beliau adalah Mas Widi. Kami juga diperkenalkan oleh asistennya yaitu Mbak Tika. Mereka menjelaskan kami bagaimana proses pencarian berita oleh wartawan, sampai akhirnya diterima oleh pemirsa di rumah.

Demikian bagan News Production di Televisi:


Diagram 1. Produksi Berita Televisi

Dari diagram tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas-tugas presenter adalah sebagai berikut:
 Voice Over (merekam pembacaan berita untuk dijadikan latar video berita)
 Membacakan Lead berita untuk pemirsa.
 Melayani pemirsa kalau ada telepon interaktif.
 Mewawancarai ketika kedatangan narasumber.
 Membawakan acara berita dengan baik.


Saya juga diberitahu syarat-syarat untuk menjadi Presenter oleh Mas Widi dan Mbak Tika:
 Dapat membaca berita dalam intonasi yang tepat, dan tempo yang cepat.
 Mempunyai suara yang jernih dan bagus, juga tegas.
 Saat acara berita berlangsung dapat membawakan acara dengan senyum dan santai.
 Berpenampilan bersih, rapi, smart, dan menarik.

Pada hari itu juga saya mendapat kesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan Mas Henry, salah satu presenter TATV. Ia membawakan “Kabar Gasik”, semacam “Breaking News” yang ditayangkan setiap jam dari pukul 10.00-13.00. Ternyata dia baru satu bulan bekerja sebagai presenter di TATV, jadi ia mengaku masih baru dalam dunia pertelevisian. Namun, ia sudah lama menjadi announcer di radio, sehingga ia sudah terlatih untuk berbicara cepat dan jelas. Memang biasanya sebelum menjadi presenter televisi, kebanyakan para presenter berkarya dahulu di radio, barulah terjun ke televisi.
Saya bertanya kepadanya bagaimana cara membangun percaya diri untuk dapat tampil di televisi. Katana kita harus bisa menganggap kritik sebagai teman dan jadi masukan yang bagus untuk kita untuk menjadi lebih baik. Kita juga baiknya tampil apa adanya saja, penampilan tidak usah terlalu menor atau mewah, karena kalau kita punya talenta dan mau mengembangkannya, pasti kita bisa menjadi presenter yang baik.
Mas Henry juga mengajari saya untuk memperhatikan kata-kata inti pada kalimat. Karena pada kata-kata itulah, penekanan intonasi dan nada saat pembacaan berita dilakukan. Misalnya pada kalimat, “Banjir kanal datang dari Bogor Sabtu malam ke Jakarta.” Penenkanannya menjadi seperti ini, “BANJIR kanal datang dari BOGOR Sabtu malam ke JAKARTA.” Jadi bisa dibilang kalau kata-kata inti di sini maksudnya adalah kata-kata yang sekiranya menarik bagi pemirsa. Kata-kata penjelas yang akan membuat pemirsa mengerti akan berita yang disampaikan, meskipun pemirsa hanya mendengar sekilas-sekilas.

Hari Ketiga, 7 Juni 2011

Hari ini saya bertemu dengan presenter wanita, namanya Mbak Arin. Ia adalah presenter berita kriminal yang programnya dinamakan “Kecrek”, tayangnya setiap sore. Ia menjelaskan bagaimana sikap tubuh yang baik saat membacakan berita di depan kamera.
• Sikap tubuh harus tegak dan tegap saat di depan kamera. Tidak bungkuk agar tidak dianggap rendah diri, tidak terlalu tegap untuk agar tidak dianggap menantang.
• Saat membacakan berita sambil duduk, pundak bisa bebas bergerak-gerak untuk menggerakkan tangan, sehingga presenter dapat lebih ekspresif dalam menyampaikan berita.
• Saat membacakan berita sambil berdiri, yang bergerak cukup lengan bawah saja.
• Mimik wajah yang digunakan saat menyampaikan berita:
o Gembira/berita ringan: senyum
o Duka/berita bencana: mata sedih
o Serius/ berita yang tidak biasa (misalnya berita kembar siam): dahi berkerut-kerut
Lalu hari itu saya diajak Mas Widi untuk mencoba Voice Over. Dari hasil rekaman suara saya, Mas Widi berkomentar bahwa dengan lebih banyak berlatih, saya dapat membacakan berita dengan baik. Saya butuh latihan untuk menjaga nada suara untuk tetap datar, karena pada pembacaan berita tidak dibutuhkan suara dengan nada yang terlalu variatif.

Hari Keempat: 8 Juni 2011
Saya bertemu dan dimentori lagi oleh Mbak Arin hari ini. Saya diajaknya untuk VO dan siberi tips-tips agar pembacaan yang dihasilkan dapat bagus dan diterima pemirsa dengan baik. Sebetulnya cara membaca suatu berita itu berbeda-beda, tergantung jenis berita yang dibacakan. Berikut cara-cara membaca berita, dibedakan menurut jenis berita yang akan dibacakan.
 Straight News (berita serius): cepat, tegas, rata.
 Soft News (kabar baik/berita gembira): nada membaca boleh lebih bervariasi pada kata-kata yang butuh penekanan.
 Feature (humaniora): pembacaan boleh dilebih-lebihkan.
Mbak Arin juga memberikan penjelasan mengenai riasan yang dipakai presenter untuk tampil di TV. Make up yang digunakan memang tebal, berhubung lighting yang luar biasa di studio chromacy (studio dengan latar belakang hijau untuk di-edit sesuai keinginan). Kalau terlalu tipis, nanti di kamera tidak kelihatan. Baju yang digunakan juga yang rapid an aksesoris yang digunakan tidak usah terlalu mencolok.

Hari Kelima: 9 Juni 2011
Hari ini cukup istimewa, karena kami diajak untuk siaran secara off-air di Balai Kota Surakarta. Ternyata untuk siaran off-air seperti itu butuh bus yang memuat alat-alat pemancar untuk diterima studio TV. Sembari menunggu waktu siaran, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan Mas Seno, presenter yang bertugas hari itu. Ia memberikan saya hal-hal yang dapat dijalani untuk membawakan acara berita off-air tanpa prompter.
1. Berusaha untuk tenang dan fokus sehingga bisa konsentrasi, meskipun suasana tidak setenang seperti biasanya di studio.
2. Wajib menatap kepada pemirsa (kamera) pada saat opening, closing, akhir Lead berita, dan pengantar sebelum jeda iklan.

Mas Seno juga mengajarkan susunan opening, closing dan teasing sebelum iklan:

 OPENING: [SALAM]/// [INTI ACARA]/// [NAMA PRESENTER]/// [NAMA ACARA]///
 CLOSING: [WAKTU SUDAH SELESAI]/// [UCAPAN TERIMA KASIH]/// [NAMA PRESENTER]/// [NAMA ACARA]///
 TEASING: [JUDUL BERITA SELANJUTNYA]/// [PENGANTAR IKLAN]///


Hari Keenam: 10 Juni 2011
Hari ini saya mengikuti Presenter Hunt yang waktu itu saya sanggupi. Saya ke Solo Square diantar oleh PAVALI Solo 18. Saya sudah berusaha sebisa saya, namun memang untuk riasan saya tidak mempersiapkan secara matang. Jadi saya tidak mendapat apa-apa dalam kompetisi tersebut. Namun saya mendapat pengalaman membacakan berita di depan kamera, langsung dan ditonton oleh banyak orang. Ternyata membutuhkan kepercayaan diri yang tinggi dan konsentrasi yang luar biasa.


Pertanyaan-pertanyaan Reflektif

1. Apakah saudara sudah menemukan panggilan hidup dari banyak pilihan untuk masa depan?

Ya, saya sudah menemukan panggilan hidup saya.

2. Bila sudah, bidang profesi apa yang menjadi panggilan hidup saudara?

Saya berencana untuk bekerja di bidang komunikasi, terutama dunia Broadcasting. Banyak pilihan pekerjaan di bidang tersebut, namun saya paling tertarik untuk menjadi Presenter Berita.

3. Bila belum, apa yang... (tidak perlu dijawab)

4. Apakah yang sudah saudara siapkan dan yang akan disiapkan untuk menjawab panggilan atau cita-cita saudara tersebut?

Saya sudah dua kali ikut lomba Presenter Berita. Meskipun belum pernah berhasil menjadi juara, namun saya bisa dibilang sudah punya bekal pengalaman dan pengetahuan. Saya juga konsisten dalam memilih bidang OPP yang dulu saya ikuti yaitu Presenter Berita. Saya merasa sudah cukup pengalaman itu untuk sekarang. Nanti saya akan kuliah Ilmu Komunikasi untuk memperdalam ilmu mengenai bidang ini dan akan banyak magang di berbagai stasiun televisi.

5. Hal-hal apa yang mendorong untuk menggeluti panggilan hidup yang saudara temukan tersebut?

Kecintaan saya terhadap media dan keinginan saya untuk mengedukasi masyarakat lewat informasi mendorong saya untuk menggeluti profesi sebagai awak media, khususnya Presenter Berita
6. Apakah panggilan hidup atau cita-cita saudara tersebut berguna bagi hidup masyarakat? Jelaskan jawaban saudara.

Cita-cita saya ini berguna bagi orang-orang yang membutuhkan informasi secara cepat mengenai isu-isu publik.

7. Apakah saudara menemukan informasi dan fakta yang menguatkan panggilan profesi saudara di masa yang akan datang, ataukah justru sebaliknya?

Saya diberitahu oleh orang TATV kalau modal suara saya sudah cukup bagus, tinggal mengembangkannya saja. Saya sebetulnya waktu lomba presenter di Jogja sempat masuk semifinal, namun karena bencana Merapi, saya terpaksa pulang ke Bekasi dan tidak dapat melanjutkan lomba tersebut. Pada dasarnya saya orangnya suka ngomong dan cukup berani untuk tampil di depan banyak orang. Saya yakin apabila saya berusaha, saya mampu untuk mencapai impian saya ini.

Rabu, 08 Juni 2011

Orientasi Panggilan Profesi

Aloha! :"D

Sekarang diz lagi di Solo nih. Diz tinggal di SOLO selama 5-11 Juni ini dalam rangka menjalani Orientasi Panggilan Profesi. Salah satu acara Van Lith yang gak ada habisnya dan aneh-aneh. :"p

Anyway, Orientasi Panggilan Profesi yang biasa disingkat OPP ini gunanya supaya kami anak-anak Van Lith bisa mengerti bagaimana beradaptasi dengan lingkungan kerja tempat kami bakalan kerja. Misalnya temennya diz nih namanya Nandit, kan dia mau jadi novelis, nah, dia ditempatin sama sekolah di Bandung, buat ketemu sama seorang novelis dan ikut si novelis itu ke setiap kegiatan. Asik bener itu si Nandit. Ternyata novelis yang dia tumpangi itu temennya si Luna Torashyngu! Dan... nanti Nandit dijanjikan bakal ketemu si Luna Torashyngu! Asik banget! :"D

Oya, kata Nandit Luna Torashyngu emang beneran cowok lho. Diz udah denger-denger sih. Tapi diz rada gak percaya. Ternyata bener. Coba deh cek di
Facebook Luna Torashyngu. Di situ ada keterangan dia married ama cewek, profpic-nya foto anaknya tuh. Kata Nandit namanya Luna. :"D

Eh? Kalo diz sendiri?
Hehehe *ehem*, well, diz kan udah post di sini kalau diz pengen, ngebet banget buat jadi penyiar televisi. Jadinya diz ditempatin di TATV, salah satu TV lokal Solo. Di sini diz ditempatin sama 2 temen diz. Pertama si Ganang yang mau jadi Broadcaster, juga sama si Dipna yang mau jadi Wartawan TV. Tapi katanya sih si Dipna jadi tertarik sama artistik panggung tuhhh. *colek dipna*

Diz belajar banyaaaakkk banget. Mulai dari kerjaan presenter selain siaran, dan juga cara-cara jadi presenter yang baik. Makasih banget deh diz sama mbak2 dan mas2 di sana. Teruatama mbak2 dan mas2 presenternya yang cakeup-cakeuuuppp!! u,u hehehe

Sekian dulu, doain ya biar diz bisa jadi penyiar berita TV! :"D

V,
dia...Z

Senin, 13 September 2010

Aku Punya Impian…

Untuk menjadi seorang broadcaster kelak. Terutama untuk menjadi penyiar. Karena, seluruh kerja crew, kameramen, wartawan, sampai penata rias dan penata cahaya, tersampaikan kepada pemirsa melalui penyiar. Istimewa, dan juga penghasilannya lumayan. Hehehe… ;”D
Satu lagi impianku, yaitu untuk menjadi seorang ibu dengan 5 orang anak.
Hehehe, tapi suami zaman sekarang mana sih yang bisa memenuhi impianku yang satu ini?
Tapi andaikan kamu hanya punya satu orang anak, kelak dia tumbuh besar, jadi orang sukses di negeri orang yang jauh.
Lalu suatu hari, pendamping hidupmu, belahan jiwamu, pergi meninggalkanmu, tidak bisa lagi di sisimu untuk selama-lamanay, dan anak semata wayangmu itu tidak bisa datang menghiburmu.
Ada kemungkinan kan kamu juga ingin menyusul belahan jiwamu dengan mengakhiri hidupmu juga?
Tapi bayangkan lagi kalau kamu punya 5 orang anak. Pasti salah satu dari mereka dapat datang dengan segera untuk menghiburmu. Setidaknya kamu akan merasa punya alas an untuk hidup. Hidup untuk anak-anakmu…
Haahh, kalo membayangkan hal2 kayak gini, diz jadi pengen cepet2 gede.
V,
dia…Z

Minggu, 16 Agustus 2009

Asrama...

Akhirnya DiaZ Tranquil keluar dari asrama!!! hello, world!!!
Sekolah asrama tuh emang beda dengan sekolah biasa. gk ada kata bosen, cuma ada kata capek. ;"P
Asrama tuh kegiatannya seabrek2, temen2 dan kakak kelas yg tinggal bareng tuh udah berasa jdi sanak saudara sendiri, banyak banget pula. Pokoknya mantab dah.

Aku dn tmen2 di sini emang gk bisa nntn tv, c... gk bisa nntn TM. hux, cma bsa nntn berita di perpus. Jadi lah gw seorg TMFreak yg gk bsa nntn TM. Tapi masih bisa lah youtube2an klo Lgi jm bebas kyk skrg.

oy, diz tuh seneng bgt bsa skula di skula asrama dgn sgala kegiatannya. biasanya org msuk skula asrama supaya bisa mandiri, disiplin, blablabla. tpi diz gk kyk gtw. Diz pnya motivasi yg berbeda bgt dgn kebanyakan orang.

Jdi wktu diz masi kecil, diz twh suka bgt baca buku2nya Enid Blyton yg seri Malory Towers, yg brcrita ttg khidupan anak2 cwe yg skula di skula asrama. Terus diz jdi suka sama cerita2 ttg skula asrama kyk Harry Potter, Hohomi Dormitory (Nakayoshi jadul), dll. Dri situ diz termotivasi bwt skula di skula asrama. heheheh ;")

Well, bulan depan atau mggu dpn ktemu lagi y... Diz mang gk bisa update/ol sering2 jadinya. Tapi gpp lah. Aku termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang beruntung karena bisa mewujudkan mimpi-sewaktu-kecilnya.... :")

Eh, by the way, Happy Independence Day!!!
Indonesia Raya, merdeka, merdeka!

V,
dia...Z